Pacaran Lama Tidak Menjamin Dia Adalah Jodohmu

Hubungan Yang Sehat Akan Berjalan Karena Ada Keseimbangan

Ternyata memang benar, pacaran lama, pacaran sampai sekian tahun tidak bisa menjamin dia adalah cinta sejatimu. Dia adalah teman hidupmu. Dia adalah orang yang dimana akan menemanimu sampai tua nanti. Tapi kadang kita hanya sekedar menjaga jodoh orang. Banyak kok kejadian orang pacaran yang sudah lama. Sudah sampai 5 tahun, bahkan ada yang lebih 5 tahun. Tapi bisa saja putus, karena itu, beda visi misi. Jadi lama waktu berpacaran tidak bisa menjamin bahwa semakin lama pacaran, maka akan semakin awet.

Pacaran Lama Tidak Menjamin Dia Adalah Jodohmu

Malah sebaliknya. Mungkin semakin lama pacaran, kita akan semakin mengenal satu sama lain. Kita akan semakin saling tahu baik buruk masing-masingnya. Dan rasanya harusnya sudah semakin mengenal satu sama lain, harusnya sudah semakin menerima dan makin nyaman satu sama lain. Tapi itu tidak menjamin semua itu. Kadang di hubungan yang terlalu lama, yang sudah bertahun-tahun, itu tidak bisa menjamin bahwa itu akan seperti itu terus. Tidak bisa menjamin, mereka akan saling menerima dan akan terus nyaman. Kadang kala ada saatnya dimana ada beberapa bagian yang mereka rasanya tidak. 

Mereka merasa tidak bisa menerima, tidak bisa mengimbangi. Memang jika dibandingkan dengan sudah sejauh apa proses yang kita lewati, sudah banyak sekali momen yang diciptakan dan dilakukan. Rasanya sangat berat jika harus melepaskan itu semua. Berat rasanya untuk melepas semua itu hanya karena ada beberapa hal yang baru muncul dan rasanya kita tidak bisa imbangi. Kita tidak bisa terima. Jika orang lain lihat pun akan berpikir demikian. Itu doang kok. Tidak akan sepadan dengan semua momen indah yang sudah dilakukan bersama. Dan kita memilih untuk mengakhirinya. 

Tidak ada masalah. Terserah orang mau berkata apa. Terserah orang mau berpikir seperti apa. Toh yang jalani juga kita sendiri. Kita yang paling tahu limit kita. Kita yang paling tahu sampai dimana kita bisa. Kita paling tahu sampai di mana batas kita untuk menerima semua itu, sampai dimana batas sabar kita. Jadi kita tahu mana yang terbaik. Jadi jangan terlalu memusingkan apa kata orang.